Jelajahin.web.id -Indonesia tak pernah kehabisan destinasi alam menakjubkan. Salah satu yang masih jarang terekspos namun menyimpan keindahan luar biasa adalah Gunung Ranti, gunung yang berdiri megah di kawasan Banyuwangi, Jawa Timur. Dikenal sebagai “tetangga” dari Kawah Ijen, Gunung Ranti menawarkan pesona sunrise memukau, jalur pendakian yang menantang, dan pemandangan alam yang menenangkan jiwa.
Yuk, jelajahi lebih dalam keindahan Gunung Ranti — surga tersembunyi yang wajib kamu masukkan ke dalam daftar perjalanan berikutnya!
1. Sekilas Tentang Gunung Ranti: Si Kecil yang Memikat Hati
Gunung Ranti merupakan gunung dengan ketinggian sekitar 2.600 meter di atas permukaan laut (mdpl). Meski tak setenar Gunung Ijen yang berada tepat di sebelahnya, Ranti menyuguhkan panorama tak kalah memesona. Banyak pendaki menyebut Gunung Ranti sebagai “alternatif pendakian yang lebih sepi dan damai” bagi mereka yang ingin menikmati alam tanpa hiruk pikuk wisatawan.
Secara administratif, Gunung Ranti terletak di perbatasan antara Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso, dua daerah yang memang terkenal dengan lanskap pegunungan dan keindahan alam vulkaniknya. Dari puncaknya, pendaki bisa menyaksikan panorama Gunung Ijen, Merapi, Raung, hingga Selat Bali—pemandangan yang begitu spektakuler saat matahari mulai menyapa pagi.
2. Keindahan Alam yang Tak Terlukiskan: Sunrise di Puncak Ranti
Salah satu daya tarik utama Gunung Ranti adalah sunrise-nya yang luar biasa. Ketika langit mulai berubah warna dari biru keemasan, sinar mentari pertama akan memantul pada lapisan kabut tipis yang menyelimuti lembah di bawah. Sensasi menyaksikan matahari terbit dari puncak Gunung Ranti adalah pengalaman spiritual tersendiri bagi banyak pendaki.
Banyak fotografer alam menganggap sunrise di Gunung Ranti lebih jernih dan “mistis” dibandingkan di Ijen, karena posisi puncaknya yang memungkinkan cahaya matahari menembus kabut pagi secara sempurna. Tidak heran jika foto-foto dari puncak Ranti kini mulai ramai menghiasi media sosial para pencinta alam.
3. Jalur Pendakian Gunung Ranti: Menantang Tapi Menggoda
Pendakian menuju Gunung Ranti umumnya dimulai dari Pos Paltuding, lokasi yang juga menjadi titik awal pendakian ke Kawah Ijen. Dari sini, jalur pendakian menuju Ranti relatif menanjak namun tidak terlalu ekstrem, menjadikannya cocok untuk pendaki pemula yang ingin merasakan sensasi naik gunung dengan medan menengah.
Berikut gambaran umum jalur pendakiannya:
-
Pos Paltuding – Pos 1: Medan berpasir dan sedikit berbatu, dengan pemandangan hutan pinus di sisi kiri-kanan.
-
Pos 1 – Pos 2: Trek mulai menanjak dengan vegetasi lebih rapat. Pendaki disarankan berhenti sejenak untuk menyesuaikan napas.
-
Pos 2 – Puncak Ranti: Jalur semakin terbuka, vegetasi mulai menipis, dan udara semakin dingin. Dari titik ini, matahari terbit dapat mulai terlihat di ufuk timur.
Rata-rata waktu tempuh ke puncak sekitar 3–4 jam tergantung kecepatan pendakian. Walau tidak setinggi gunung lain di Jawa Timur, sensasi yang ditawarkan Gunung Ranti benar-benar memuaskan, apalagi jika cuaca sedang cerah.
4. Keunikan Gunung Ranti: Antara Mistis dan Legenda
Seperti banyak gunung lain di Indonesia, Gunung Ranti juga memiliki kisah dan aura mistis yang melekat. Penduduk setempat percaya bahwa gunung ini memiliki “penjaga tak kasat mata”, dan pendaki disarankan menjaga sikap selama perjalanan. Namun, kisah mistis inilah yang justru membuat Gunung Ranti semakin menarik dan penuh misteri.
Beberapa warga sekitar bahkan menganggap Ranti sebagai “gunung pendamping” Ijen, karena posisinya yang berdekatan dan konon saling melengkapi secara spiritual. Banyak pendaki yang mengatakan mereka merasakan ketenangan luar biasa saat berada di puncak Ranti, seolah sedang berada di tempat sakral yang menenangkan hati.
5. Cara Menuju Gunung Ranti
Untuk menuju Gunung Ranti, kamu bisa memulai perjalanan dari Kota Banyuwangi. Dari pusat kota, arahkan kendaraan menuju Pos Paltuding, sekitar 2 jam perjalanan dengan kendaraan pribadi. Jalannya sudah beraspal dan cukup baik, meskipun di beberapa titik menanjak tajam.
Berikut rute umumnya:
-
Banyuwangi – Licin – Paltuding (via jalur Ijen)
-
Bondowoso – Sempol – Paltuding (jalur alternatif dari utara)
Bagi yang tidak membawa kendaraan pribadi, bisa menggunakan jasa ojek wisata atau travel lokal yang banyak tersedia di kawasan Banyuwangi. Biasanya mereka juga menawarkan paket pendakian lengkap ke Ijen dan Ranti sekaligus.
6. Aktivitas Menarik di Gunung Ranti
Selain mendaki, ada berbagai aktivitas menarik yang bisa kamu lakukan di kawasan Gunung Ranti:
-
Camping di Puncak Ranti – Rasakan sensasi bermalam di ketinggian sambil menyaksikan lautan bintang yang begitu jelas.
-
Fotografi Alam – Pemandangan sunrise, hamparan kabut, hingga siluet gunung di kejauhan menjadi objek foto yang luar biasa.
-
Menjelajah Kawah Ijen dari Ketinggian – Dari puncak Ranti, kamu bisa melihat Kawah Ijen dengan blue fire-nya dari perspektif berbeda.
-
Bird Watching & Observasi Alam – Banyak spesies burung dan tanaman endemik yang bisa ditemukan di sekitar jalur pendakian.
-
Meditasi dan Healing – Suasana tenang dan udara segar menjadikan tempat ini cocok untuk melepas penat dari rutinitas kota.
7. Tips Pendakian Aman ke Gunung Ranti
Meski bukan gunung ekstrem, tetap penting untuk mempersiapkan diri sebelum mendaki. Berikut beberapa tips agar perjalananmu aman dan menyenangkan:
-
Datang di musim kemarau (Juli–Oktober) untuk cuaca yang lebih bersahabat.
-
Gunakan peralatan pendakian lengkap, termasuk jaket tebal, senter, dan sepatu gunung.
-
Bawa air dan makanan cukup, karena tidak ada warung di sepanjang jalur.
-
Mulailah pendakian dini hari agar bisa menyaksikan sunrise di puncak.
-
Jaga kebersihan dan kesopanan, karena kawasan ini dianggap sakral oleh warga sekitar.
-
Selalu periksa izin pendakian di pos Paltuding agar pendakianmu resmi dan terdata.
8. Gunung Ranti vs Gunung Ijen: Siapa yang Lebih Menarik?
Pertanyaan yang sering muncul di kalangan wisatawan: mana yang lebih indah, Gunung Ranti atau Gunung Ijen?
Jawabannya tergantung pada apa yang kamu cari.
-
Jika kamu ingin melihat fenomena alam unik seperti blue fire, maka Ijen adalah pilihan utama.
-
Tapi jika kamu mendambakan pendakian tenang, panorama alami, dan sunrise tanpa keramaian, maka Gunung Ranti adalah surga tersembunyi yang belum banyak dijamah.
Banyak pendaki yang akhirnya memilih untuk mendaki keduanya sekaligus, karena jaraknya sangat dekat. Kombinasi Ijen dan Ranti bisa menjadi petualangan sempurna bagi pencinta alam sejati.
9. Fakta Menarik Gunung Ranti yang Jarang Diketahui
-
Gunung Ranti dulunya dianggap sebagai gunung berapi aktif, meski kini sudah tidak menunjukkan aktivitas vulkanik.
-
Nama “Ranti” dipercaya berasal dari bahasa lokal yang berarti “perbatasan”, karena posisinya yang memisahkan dua kabupaten.
-
Di musim kemarau, vegetasi di puncak berubah warna menjadi emas keoranyean, menciptakan lanskap yang sangat Instagramable.
-
Gunung Ranti menjadi lokasi favorit untuk pendakian ringan para pecinta fotografi alam.

